Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Beda Orang Pintar dengan Orang Bijaksana

Beda Orang Pintar dengan Orang Bijaksana




Kemarin aku pintar, oleh karena itu aku ingin mengubah dunia.

Sekarang aku bijaksana, oleh karena itu aku ingin mengubah diri sendiri.

-Jalalludin Rumi-


Kutipan dari Jalalludin Rumi, memberikan gambaran kepada kita bahwa menjadi seorang yang pintar dalam hidup itu tidak cukup, kita harus melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu menjadi seorang yang bijaksana.

Seseorang yang pintar ia tentu banyak tahu (pengetahuan). Tetapi seseorang yang pintar belum tentu ia bisa memanfaatkan pengetahuannya itu untuk kebaikan.

"Abudance of knowledge does'nt no teach men to be wise" yang berarti banyaknya pengetahuan tidak akan mengajari orang untuk bijaksana. 

Kalimat tersebut merupakan sebuah kritik pada kita yang maunya hanya mengoleksi pengetahuan. Rasa ingin tahunya luar biasa tetapi hidupnya malah tidak menjadi lebih baik.

Mengoleksi pengetahuan tetapi pengetahuan itu hanya menjadi ingatan di kepalanya yang tidak manfaat. Tidak berdampak pada kebaikan hidupnya.

Jadi banyaknya pengetahuan tidak serta merta membuat seseorang menjadi bijaksana.

Seseorang dikatakan bijaksana kalau apa yang diketahui, apa yang diucapkan, apa yang disampaikan melahirkan hikmah kebijaksanaan dalam kehidupannya.

"It's not too late to seek a newer world", masih belum terlambat untuk mencari dunia yang baru.

Hidup ini pada hakekatnya adalah perubahan. 

Ayo kita perbaki, ayo kita berbagi, kita bangun dunia yang baru.

Kunci untuk membangun dunia yang baru adalah sebuah "kesadaran". 

Banyak orang tidak sadar tentang apa yang mereka lakukan saat sadar, sebagaimana mereka lupa apa yang mereka lakukan saat tidur.

Hidup kita ini sering tidak sadarnya. Banyak hal yang kita lakukan tanpa disadari oleh diri sendiri. 

Maka yang pertama harus kita lakukan untuk menjadi seorang bijaksana adalah "sadar"

Pengetahuan saja belum cukup, harus ada kesadaran dalam diri kita.

whyushack
whyushack Seorang Pemalas yang Menulis

2 comments for "Beda Orang Pintar dengan Orang Bijaksana "

  1. Harus jadi salah satunya kah? Lebih baik jadi pintar atau bijaksana? Atau, bisa gak jadi dua-duanya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk bijaksana terkadang kita harus mengalami pintar. Maka keduanya pun bisa bahkan lebih baik, tetapi menurutku jika punya keduanya, utamakan kebijaksanaan drpd kepintaran. Thanks komennya kak

      Delete