Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

WN Volume 4 Part 4 | Alur Cerita Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation

Mushoku Tensei Alur Cerita WN Vol 1 Part 4

Hallo guys! Selamat datang di whyushack.com. Kali ini aku akan membahas tentang Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation. 

Sekarang aku bakal bahas kelanjutan anime ini berdasarkan Web Novelnya. Aku bakal merangkum web novel volume 4 part keempat (terakhir). Konten ini diperuntukkan buat kalian yang penasaran dengan kelanjutan animenya. 

Konten ini tentu saja merupakan konten spoiler. Bagi yang tidak suka spoiler aku sarankan untuk tidak melanjutkan membaca. Tanpa berlama-lama lagi, langsung saja kita menuju lanjutan ceritanya.

Setelah keluar dari penjara, hujan deras masih terlihat di luar. Musim hujan telah datang dan tampaknya hujan ini akan terus turun tanpa henti selama tiga bulan ke depan. 

Alasan mengapa Ruijerd belum juga datang menyelamatkan Rudeus adalah karena kasus penculikan yang ternyata terjadi secara besar-besaran, sehingga Ruijerd sibuk membantu ras hewan untuk menyelamatkan anak-anak yang diculik, yang ternyata akan segera diberangkatkan melalui kapal.

Di sisi lain, Gyes terlihat sedang meminta maaf kepada Rudeus atas kesalahpahaman yang terjadi yang membuat Rudeus mendekam di penjara selama seminggu ini. Rudeus bilang bahwa karena itu suatu kesalahpahaman, Rudeus memaafkan Gyes. Walau Rudeus sebenarnya tidak menerima kenyataan bahwa ia dipenjara begitu saja. 

Setelah memaafkan Gyes, tiba-tiba Eris membacakan mantra sihir waterball dan peluru air tersebut mengenai tepat di perut Gyes, sehingga Gyes mengerang kesakitan. Eris berkata dengan keras. "Nah, dengan ini baru impas!" 

Semua orang di sekitar pun tercengang melihat apa yang baru saja terjadi. Di sisi lain, Rudeus kagum melihat tindakan Eris barusan. Sekarang Rudeus berada di rumah Gustav bersama Eris dan Ruijerd. Rumah yang berada di atas pohon sekaligus rumah terbesar di desa ini.

Gustav adalah kepala desa yang berasal dari ras dedorudia. Putranya bernama Gyes, dan yang Rudeus selamatkan dari penyelundup adalah putri kedua Gyes, yang bernama Minitona. Sedangkan putri sulungnya bernama Rinia Dedorudia sedang belajar di akademi sihir Ranoa.

Ciri-ciri ras dedorudia adalah ras yang memiliki telinga kucing. Sedangkan ada juga ras Adorudia yang memiliki telinga anjing. Setelah obrolan yang panjang, diketahui bahwa Ghyslaine Dedorudia adalah anak kedua dari Gustav atau adik dari Gyes. 

Namun tampaknya Ghyslaine sudah tidak dianggap lagi sebagai keluarga di sini karena ulahnya dimasa kecil. Sudah lama Ghyslaine tidak kembali ke hutan agung sejak ia melarikan diri ketika masih kecil.

Eris begitu emosi mendengar hal tersebut, karena orang yang dihormatinya dilecehkan seperti itu. Eris pun berteriak marah dan bilang bahwa Ghyslaine merupakan seorang guru pedang yang sangat dia dihormati. Rudeus pun tambah setuju apa yang dibilang oleh Eris.

Gyes mendengar itu tampak tak percaya karena Gyes bercerita ketika masih kecil Ghyslaine adalah anak yang sangat brutal. Seluruh isi desa sangat membencinya, karena dia selalu bertindak menggunakan kekerasan saat ia tidak senang.

Ghyslaine begitu kuat, tidak ada yang mampu melawannya ketika di desa. Bahkan Gyes ketika itu juga sering dibully oleh Ghyslaine. Itulah mengapa Gyes sangat membenci adiknya.

Mendengar cerita itu, Rudeus menyimpulkan bahwa Ghyslaine yang dulu dan sekarang adalah orang yang berbeda. Seiring waktu sifat seseorang akan berubah menjadi lebih dewasa, begitu pula dengan Ghyslaine. 

Meski terkejut mendengar cerita yang Eris sampaikan, Gyes mulai mengerti bahwa kini Ghyslaine tidak sebrutal dulu. 

Hari-hari berlalu, disuatu sore hari menjelang malam Rudeus pergi seorang diri di tengah hutan dan memutuskan untuk mulai melatih sihirnya. Tampak Rudeus mengendalikan arus air yang mengalir di tanah dan mencoba untuk membekukannya. 

Kemudian pada saat itu, Rudeus memiliki ide untuk mencoba sihir terbang. Berpikir hal itu Rudeus pun meninggalkan desa. Rudeus membekukan air menjadi es kemudian berpijak dan berjalan di atasnya. Semakin jauh dari desa hingga akhirnya tiba di daerah terbuka agar dapat lebih leluasa melatih sihir.

Rudeus menciptakan tornado dengan kecepatan 100 meter per detik. Rudeus kemudian diterbangkan ke udara bagaikan daun yang ringan. Tiba-tiba Rudeus menyadari bahwa ia telah berada di dekat awan. Rudeus terlihat mulai panik. Rudeus melihat ke bawah dan sangat takut memikirkan apabila ia terjun bebas dengan kecepatan yang mengerikan.

Setelah memikirkan hal tersebut, Rudeus terlihat terjun bebas dengan sangat cepat. Rudeus panik dan mencoba memperlambat kecepatan dengan menembakkan gelombang kejut dari tangan kirinya ke arah bawah. Namun Rudeus terlambat. 

Rudeus jatuh mengenai ranting-ranting pohon, terus jatuh hingga ke bawah sampai tercebur ke dalam air. Seluruh tubuh Rudeus babak belur, ditambah lagi beberapa tulang Rudeus patah. Hidung berdarah dan menelan sejumlah air saat jatuh. 

Rudeus berenang dengan kondisi yang sekarat menuju tepian. Tanpa disangka Rudeus akhirnya berhasil menggunakan mantra penyembuhan untuk dirinya sendiri. Setelah tampak membaik Rudeus mencoba berdiri. Tetapi Rudeus melihat kelompok besar kadal raksasa mulai menghampirinya.

Tampaknya Rudeus telah terjatuh ke sarang kadal raksasa. Jantung Rudeus serasa mau copot melihat banyaknya monster yang mendekat. Dengan cepat Rudeus mengeluarkan mantra sihir yang baru saja ia pelajari. 

Mengingat tempat ini basah di semua tempat akibat hujan terus-menerus, Rudeus membekukan air di sekitarnya untuk menghentikan monster-monster yang menyeramkan tersebut. Kemudian setelah menghentikan pergerakan monster-monster tersebut, Rudeus menembakkan peluru tanah ke kepala mereka. Dan melihat kepala mereka pun hancur. 

Setelah mengalahkan mereka semua hari mulai gelap, dan Rudeus sadar bahwa Rudeus tersesat. Rudeus tampak mulai berpikir keras agar dapat keluar dari permasalahan ini. 

Dengan wajah yang terlihat tenang Rudeus membekukan semua air di sekitar hingga meluas ke segala arah tanpa henti. Pada saat yang sama, Rudeus membuat suatu bola api di udara di atas kepalanya untuk menjaga agar tetap hangat. 

Satu jam kemudian, Ruijerd dan yang lainnya datang. Mereka datang dengan berjalan di sepanjang permukaan es yang Rudeus buat. Bersama dengan para prajurit ras Dedurodia, mereka datang menghampiri Rudeus karena seluruh desa membeku dan ditutupi es, sehingga banyak yang bertanya-tanya dari mana es ini berasal. Singkat cerita, Rudeus selamat dan kembali lagi ke desa.

Dua setengah bulan berlalu, saat itu Rudeus sedang membuat miniatur figure, modelnya adalah Ruijerd. Tiba-tiba hewan suci datang dan masuk ke kamar. Ekor hewan suci itu mengibas-ngibas dan dia mengelilingi Rudeus. Sepertinya hewan ini ingin berterima kasih kepada Rudeus karena telah menyelamatkannya. 

Tak beberapa menit berselang, seorang penjaga datang untuk mencari hewan suci. Dia tampak kaget karena hewan suci tidak pernah bisa meninggalkan pohon suci sendiri. Si penjaga tersebut menjelaskan bahwa binatang suci adalah binatang magis yang hanya lahir sekali setiap beberapa ratus tahun. Dia tidak memiliki nama resmi. 

Sejak zaman kuno, munculnya hewan suci berarti bahwa dunia akan mendekati kekacauan. Setelah hewan suci menjadi dewasa, dia akan memulai perjalanan bersama dengan pahlawan dan menyelamatkan dunia dari kejahatan. 

Oleh karena itu, binatang suci tersebut dirawat dan dibesarkan dengan hati-hati di bawah akar-akar penghalang pohon suci. Kebetulan waktu yang dibutuhkan oleh hewan suci untuk tumbuh dewasa adalah 100 tahun lamanya. 

Jika cerita itu benar, 100 tahun kemudian krisis besar akan menimpa dunia. Setelah bercerita hal tersebut, penjaga kemudian membawa hewan suci untuk dibawa kembali ke tempatnya.

Tiga bulan telah berlalu, ini saatnya Rudeus, Eris dan Ruijerd untuk pergi meninggalkan desa. Mereka akan berjalan melalui jalan raya yang membelah hutan agung. 

Jalan tersebut bernama jalan pedang suci. Mereka akan menyusuri sepanjang jalan itu dengan menggunakan kereta kuda pemberian ras Dedorudia.

Ketika mereka hendak pamit, Geese teman Rudeus saat berada di penjara muncul. Ternyata dia telah bebas dari penjara. Tanpa malu-malu dia melompat dan bergabung bersama mereka.

Geese bilang bahwa dia izin ingin ikut bersama Rudeus dan yang lainnya, karena dia juga ingin pergi ke Milish. Ngomong-ngomong mengenai jalan pedang suci itu adalah jalan raya yang lurus. Jalan ini dibuat dengan kekuatan sihir. 

Konon yang menciptakan jalan ini adalah pendiri gereja Milish, organisasi keagamaan terbesar di dunia. Orang itu bernama Saint Milish. 

Saint Milish mengayunkan pedangnya sekali dan saat itulah jalan ini terbentuk. Sabetan pedangnya mengiris hutan, gunung dan apapun di depannya sampai menebas langsung ke arah raja iblis yang berada di benua iblis. 

Sampai sekarang masih ada kekuatan sihir Saint Milish yang tersisa, karena sepanjang jalan orang-orang belum menemukan seekor pun monster yang menghadang. 

Pada sisi jalan raya ada beberapa tempat pada jarak tertentu yang dibuat untuk berkemah. Di sanalah Rudeus dan rombongan melakukan persiapan untuk berkemah. Mereka berbagi tugas, Rudeus pergi ke hutan dan menangkap apapun yang layak diburu.

Rudeus mengumpulkan tanaman rempah-rempah sebagai bumbu masak. Geese bertugas menjadi juru masak mereka, Sedangkan Eris hanya bertugas membantu Geese untuk menyiapkan makanan dan mengumpulkan kayu bakar.

Geese ternyata adalah seorang master dalam hal berkemah dan memasak. Ia berhasil mengolah daging menjadi masakan yang sangat enak. Setelah sekian lama Rudeus, Eris dan Ruijerd akhirnya dapat merasakan kemali masakan yang enak dan layak untuk dimakan.

Rudeus terlihat begitu terharu merasakan masakan Geese. Disatu kesempatan, Eris yang sedang merasa bosan meminta Geese untuk mengajarinya memasak. Namun Geese menolak.

Eris bertanya-tanya, mengapa ia tidak mau mengajarinya memasak meski sudah dipaksa berkali-kali. Sebenarnya Eris memiliki maksud untuk mencoba memasakkan makanan suatu saat kepada Rudeus. 

Akhirnya Geese memberikan alasan bahwa dia dulu adalah anggota kelompok yang beranggotakan enam orang. Tidak ada yang bisa memasak kecuali Geese. 

Namun suatu hari tampaknya salah satu wanita dari kelompok Geese ingin belajar memasak kepadanya, hingga akhirnya wanita itu pandai memasak. Kemudian setelah itu, wanita itu jatuh hati pada si pria bahkan sampai menikah. Keduanya meninggalkan kelompok dan pergi ke suatu tempat. 

Dengan kepergian mereka stabilitas kelompok itu terganggu dan akhirnya kelompok tersebut bubar. Geese berusaha mencari kelompok yang sudi menampungnya. Namun tidak ada yang mau merekrutnya karena sebenarnya Geese tidak memiliki kemampuan sihir maupun berpedang.

Geese kini berhenti menjadi petualang dan bersumpah untuk tidak akan mengajari lagi perempuan memasak. Geese menganggap bahwa itu adalah kutukan. 

Suatu hari tertentu, Rudeus dan rombongan menemukan monumen batu yang aneh. Tingginya mencapai sekitar lutut orang dewasa dan ada lambang aneh yang terukir di sana. 

Ada tulisan tertera dan dikelilingi oleh tujuh emblem. Tulisan itu menggunakan bahasa dewa perang. Geese menjelaskan bahwa itu adalah 7 kekuatan dunia. 

Rudeus bertanya apa maksud dari tujuh kekuatan dunia. Geese menjelaskan bahwa 7 kekuatan dunia adalah tujuh prajurit yang dikenal sebagai yang terkuat di dunia.

Sekitar waktu perang besar kedua manusia-iblis berakhir, orang yang dikenal sebagai Dewa Teknik memutuskan untuk membuat monumen ini. Dewa teknik dikatakan sebagai makhluk terkuat saat itu. 

Orang-orang memutuskan bahwa di dunia ini hanya ada tujuh prajurit yang layak disebut sebagai yang terkuat. 

Geese memanggil Ruijerd yang saat itu sedang berlatih pedang bersama Eris. Ruijerd kemudian menjelaskan bahwa masing-masing emblem menunjukkan puncak dari masing-masing individu.

Urutan peringkat satu hingga ketujuh yaitu: 

1. Dewa Teknik 

2. Dewa Naga 

3. Dewa Perang 

4. Dewa Iblis 

5. Dewa Kematian 

6. Dewa Pedang, dan 

7. Dewa Utara 

Rudeus sebelumnya belum pernah mendengar hal tersebut. Dan Ruijerd menjelaskan bahwa nama-nama tersebut sudah mulai ditinggalkan dan dilupakan sejak hilangnya setengah dari mereka pada masa pertempuran Laplace.

Dewa pedang, dewa Utara dan dewa kematian gugur. Sedangkan dewa iblis yang bernama Laplace disegel, karena dewa iblis tidak bisa mati. Dia hanya tersegel sampai hari ini. Dan sisanya, dewa teknik, dewa naga dan dewa perang hilang entah ke mana. 

Setelah satu bulan berlalu, jalan pedang suci telah memasuki gugusan pegunungan Naga Biru. Rudeus dan rombongan akan melewati bagian bawah lembah yang berada di antara gunung. Perjalanan di lembah tersebut akan membutuhkan waktu selama tiga hari. 

Nah, itulah rangkuman cerita Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation volume 4 yang terakhir. Cerita selanjutnya akan bersambung ke volume 5, yang bercerita tentang pertemuan Rudeus dan ayahnya, Paul. Serta kenyataan pahit yang terjadi selama dua tahun terakhir ini.

Banyak cerita yang tidak dijelaskan di anime dan manganya lho, Maka dari itu, kalau males baca web novelnya yang panjang, pantengin dan ikuti terus rangkuman ceritanya hanya di whyushack.com 


whyushack
whyushack Seorang Pemalas yang Menulis

Post a Comment for "WN Volume 4 Part 4 | Alur Cerita Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation"