Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

WN Volume 4 Part 2 | Alur Cerita Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation

Mushoku Tensei Alur Cerita WN Vol 1 Part 2

Hallo guys! Selamat datang di whyushack.com. Kali ini aku akan membahas tentang Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation. 

Sekarang aku bakal bahas kelanjutan anime ini berdasarkan Web Novelnya. Aku bakal merangkum web novel volume 4 part kedua. Konten ini diperuntukkan buat kalian yang penasaran dengan kelanjutan animenya. 

Konten ini tentu saja merupakan konten spoiler. Bagi yang tidak suka spoiler aku sarankan untuk tidak melanjutkan membaca.

Agar dapat mengendalikan mata iblis ini, Rudeus hanya boleh melihat satu detik ke depan. Jika Rudeus mencoba untuk melihat 2 atau 3 detik ke depan dan seterusnya, maka beban pada otak akan meningkat karena akan melihat berbagai kemungkinan yang ada.

Saat mengisolasikan diri, Rudeus melihat Eris kembali dalam keadaan berkeringat, dan Ruijerd seperti terlihat segar dengan sedikit keringat. Rudeus bertanya kepada Eris apa yang mereka lakukan. Dan Eris hanya menjawab bahwa itu rahasia.

Rudeus semakin penasaran dan gelisah, apa yang sebenarnya mereka lakukan. Pikiran negatif menghinggapi Rudeus, tapi ia berupaya untuk berpikir positif. Mungkin saja mereka melakukan kegiatan melatih fisik di suatu tempat.

Akhirnya, Rudeus berhasil menguasai mata iblis peramal hanya dalam waktu seminggu. Ruijerd menyarankan untuk mencoba kemampuan mata iblis tersebut dengan melakukan latihan bertarung dengan Eris dan melihat hasilnya. 

Rudeus menerima pendapat Ruijerd, mereka bertiga pindah ke daerah pantai. Di depan Ruijed, Rudeus dan Eris berhadapan dengan tongkat kayu yang sudah disiapkan. Hari ini Eris tampak penuh dengan kepercayaan diri seperti biasa. Mereka akan sparing tanpa menggunakan sihir.

Rudeus akan mencoba bertarung dengan menggunakan mata iblis untuk melihat satu detik ke masa depan. Sebelum Rudeus benar-benar siap, tiba-tiba Eris datang untuk menyerang Rudeus dari sisi kiri. 

Apabila tidak memiliki kemampuan peramalan ini, kemungkinan besar Rudeus tidak akan mampu bereaksi secepat ini. Rudeus dapat melihatnya dengan jelas. Lantas Rudeus mendaratkan serangan balik pada salah satu sisi wajah Eris. 

Pergerakan berikutnya, tanpa berkedip Eris datang untuk menyerang berturut-turut dengan pedang kayu di tangan kanannya. Disinilah kekuatan Eris terlihat. Tak peduli serangan apa  yang Rudeus gunakan, Eris tidak gentar sama sekali dan secepat mungkin Eris bersiap untuk masuk ke serangan berikutnya. 

Rudeus memukul lengan Eris dengan serangan yang kuat. Eris menjatuhkan pedang kayunya. Jika tanpa mata iblis, Rudeus berpikir inilah akhir dari pertarungan. Namun yang terjadi di penglihatan Rudeus, Eris sudah menyiapkan jurus berikutnya. Dengan kata lain ini adalah semacam tipuan. 

Eris akan memberikan pukulan di ujung rahang Rudeus pada sisi kiri. Rudeus men-tackel kakinya, dan karena itu Eris pun terjatuh dan Rudeus pun mengunci pergerakannya. Eris meronta untuk memberikan perlawanan. Namun Ruijerd melerai. Dan akhirnya ini merupakan kemenangan pertama kali Rudeus dalam pertarungan pedang melawan Eris. 

Kemudian wajah Eris dengan cepat berubah, mood-nya pun memburuk. Diapun kembali ke penginapan dengan bahu gemetaran. Melihat hal tersebut, Rudeus merasa bersalah. 

Ruijerd menatap mata Rudeus dan memuji pertarungan tadi. Namun Rudeus bilang, siapapun bisa melakukan hal tersebut jika memiliki mata iblis. Tetapi Ruijerd menjawab, bahwa mata iblis bukanlah sesuatu yang bisa dikuasai dengan segera setelah diterima. 

Pernah ada seorang prajurit Supard yang memiliki mata iblis. Dia selalu mengenakan penutup mata, dia tidak bisa mengendalikannya sampai ia mati. Rudeus bisa mengontrol mata iblis hanya dengan berlatih selama seminggu. Rudeus sungguh tidak normal.

Mendengar hal tersebut, Rudeus menjadi sedikit sombong dan berbagai diri. Rudeus penasaran bagaimana bila ia menantang Ruijed. Rudeus sangat ingin melihat hasilnya. Ruijed menerima tantangan tersebut. 

Ruijed menempatkan tombaknya ke samping dan mempersiapkan diri tanpa senjata. Rudeus menerawang di dalam penglihatannya. Telapak tangan Ruijed terbang ke arah wajahnya tepat di depan mata. 

Rudeus mulai mengeluarkan tangan untuk menangkap tinju itu. Tapi tangannya tertangkap di dalam penerawangannya. Sehingga Rudeus menarik kembali tangannya secara refleks. 

Pada saat itu, penglihatan masa depan mulai kabur. Terdapat dua penglihatan. Pertama, Ruijerd meluncurkan tinju ke arah wajah. Dan penglihatan kedua, Ruijerd meluncurkan arah yang sedikit berbeda. 

Rudeus menjadi bingung dan mundur menghindar. Namun tinju Ruijed terbang maju dan meski terlihat dengan jelas, tinju Ruijerd mengenai ujung hidung Rudeus. Lantas Rudeus pun roboh.

Ruijerd memberikan jawaban atas apa yang terjadi. Kunci kemenangan Ruijerd adalah pengalaman dan kemampuan, sehingga itulah mengapa meskipun serangannya terlihat Rudeus tidak mampu untuk melakukan reaksi dengan tepat.

Rudeus kembali ke penginapan sambil memegang hidungnya yang terkena pukulan. Dan mendapati Eris sedang memeluk lututnya di atas tempat tidur. Eris sedang depresi. 

Rudeus mendengar dari Ruijerd, bahwa selama seminggu ini Eris telah berlatih sangat keras untuk menjadi lebih kuat. Selama latihan tersebut, Eris pernah mendaratkan satu pukulan kepada Ruijerd. 

Setelah berhasil mendaratkan pukulan tersebut kepada Ruijerd, Rudeus telah merusak kebanggaan Eris tanpa ampun. Dengan perasaan bersalah Rudeus menggenggam tangan Eris. 

Rudeus mencoba menghibur Eris sambil berkata agar Eris jangan kehilangan kepercayaan diri. Kemudian Eris menyandarkan tubuhnya. Aroma ringan keringatnya terasa begitu wangi. Sambil bersandar Eris bilang, bahwa Rudeus tidak adil, karena sudah mendapatkan mata iblis. Padahal Eris sudah berusaha sebaik mungkin. 

Dalam suasana hati yang berat, Rudeus berpikir alangkah baiknya untuk tidak terlalu mengandalkan mata iblis. Penggunaan kekuatan mata iblis hanya akan menghambat perkembangan Rudeus. 

Rudeus memutuskan untuk menggunakan mata iblis dalam keadaan tertentu saja. Malam itu Rudeus merenung seorang diri. Rudeus belum dapat menemukan cara untuk menyebrangi lautan.

Rudeus menganggap apa yang dilakukan selama seminggu ini sia-sia. Rudeus sangat gundah malam itu. Dengan berat hati Rudeus memutuskan untuk menjual tongkat sihir pemberian Eris.

Rudeus kemudian berjalan dan berniat untuk menjualnya di toko pegadaian, di belakang gang. Namun sebelum terlalu jauh tiba-tiba Ruijerd berdiri di depan Rudeus. 

Ruijerd menghentikan langkah Rudeus dan bertanya, apa yang akan Rudeus lakukan malam-malam begini. Rudeus menjawab bahwa ia hanya mau bermain saja keluar. Tetapi dengan tebakan yang sempurna Ruijerd bertanya, "Apakah Rudeus akan menjual tongkat tersebut?"

Rudeus dengan terpaksa mengakui. Kemudian dengan obrolan yang panjang Ruijerd akhirnya berhasil mengurungkan niat Rudeus. Ruijerd mengusulkan kepada Rudeus agar mengambil opsi untuk mencari penyelundup, meski hal tersebut bertentangan dengan prinsipnya.

Keesokan harinya, Rudeus menjelaskan kepada Eris tentang perbincangan tadi malam. Eris cukup terkejut, karena memang Eris merasa bahwa Rudeus sedang mencari penyelundup sebelumnya ketika Rudeus menyusuri gang perkotaan.

Singkat cerita, mereka bertiga telah sepakat dan akan mencari beberapa penyelundup.

Scene kemudian berpindah. Di sisi lain, Roxy Migurdia ternyata telah tiba di kota pelabuhan benua iblis Windford dengan menggunakan kapal. Pada saat itu kaki Roxy terhenti. Roxy merasakan suasana hati yang bergejolak dalam dadanya. 

Itu adalah perasaan nostalgia, sudah sangat lama Roxy meninggalkan benua iblis. Mungkin sekitar 15 tahun yang lalu. Sementara Roxy masih berdiri seorang wanita memanggil dirinya, "Roxy, Ayo pergi!" 

Wanita itu memiliki badan yang tinggi dan ramping, ketat, pinggang tipis dan pantat yang besar. Wanita luar biasa tersebut bernama Elinalise Dragonroad. Dia adalah seorang prajurit Elf. Sembari menghunuskan pedang bernama pedang Estoc dan menggunakan perisai. 

Pedang Estoc bukanlah pedang biasa. Pedang tersebut didapatkan dari Dungeon. Pedang ini memiliki kekuatan sihir. sekali ayunan dapat melepaskan tebasan yang dapat menebang pohon beberapa meter di depan. 

Kemudian terdengar, "Oh.. itu daratan! itu daratan!" Sesosok Dwarf tua turun dari kapal di belakang Roxy. Dia mengenakan armor yang tampak berat, memegang tongkat dengan jenggot bergoyang keras dan wajah biru. Nama sosok itu adalah Thalhand. 

Thalhand dari puncak gunung, itulah julukannya. Tingginya sama seperti Roxy tapi lebarnya dua kali tubuh Roxy. Roxy bertemu mereka di kota pelabuhan kerajaan raja naga, East Port. Di benua Milish. 

Dan ternyata, mereka juga ingin mencari korban-korban yang hilang akibat insiden yang terjadi di Fittoa. Ternyata, insiden teleportasi yang dialami oleh Rudeus dan Eris yang berpindah dari benua tengah ke benua iblis, itu juga dialami oleh seisi kota Fittoa. 

Baik orang dan bangunan semuanya berpindah secara acak di berbagai tempat di dunia. Keadaan kota Fittoa kini berubah bagaikan padang gurun, dan seperti belum pernah ada kehidupan sebelumnya. Itulah kenyataan yang Roxy terima.

Elinalise bilang bahwa mereka berdua adalah mantan anggota Taring Serigala Hitam. Dan ingin mencari temannya yang juga termasuk ke dalam kelompok Taring Serigala Hitam, yaitu Paul dan Zenith.

Roxy tampak terkejut. Ternyata Paul dan Zenith juga termasuk dalam kelompok tersebut. Roxy pernah mendengar bahwa ada satu kelompok yang paling terkenal di benua tengah. Hanya dalam beberapa tahun dibentuk, mereka naik hingga ranking S. Dan kemudian setelahnya, kelompok tersebut lenyap.

Di sisi lain, Elinalise dan Thalhand juga terkejut mendengar nama Roxy Migurdia. Roxy terkenal dengan julukan penyihir air tingkat Raja, hanya dengan beberapa tahun memperoleh julukan tersebut. Dan pernah menaklukkan Dungeon di pinggir kerajaan Shirone yang memiliki 25 tingkat. Setelah itu, Roxy mendapatkan posisi sebagai penyihir kerajaan Shirone. 

Dan akhirnya mereka membentuk kelompok untuk mencari keluarga Paul setelah membaca pesan Paul yang berada di papan pengumuman. Sesampainya di benua iblis, tepatnya di kota pelabuhan Windford mereka berinisiatif untuk langsung pergi ke guild petualang. 

Elinalise bilang bahwa akan menyenangkan jika kita bertemu pria yang keren. Mendengar itu, Roxy mengerutkan kening dengan wajah yang cemberut. Elf yang bernama Elinalise ini tidak seperti penampilannya yang polos, ternyata ia begitu menggilai pria. 

Di tengah pencarian menemukan informasi terkait insiden di wilayah Fittoa, Roxy mendengar tentang adanya guild bernama Dead End. Guild ini terlihat terus-menerus menyebarkan namanya. 

Roxy bilang, "Apakah mereka tidak waras. Jika berbicara mengenai Dead End maka itu adalah nama seseorang dari ras iblis yang sudah cukup kondang. Sesosok monster dari ras Supard yang begitu berbahaya. Bahkan dia suka mengincar anak kecil." 

Itulah kisah yang Roxy dengar dari ibunya saat ia masih kecil. Roxy tidak mengerti sama sekali, mengapa mereka begitu berani menamai guild mereka Dead End. 

Di sisi lain, Roxy dan rekannya belum menemukan sama sekali informasi mengenai korban yang selamat dari insiden tersebut. Roxy sudah menceritakan semua ciri-ciri fisik keluarga Paul pada kedua rekannya saat ini. 

Sebenarnya mereka sangat yakin bahwa Zenith dan Rudeus akan baik-baik saja. Hal yang Roxy khawatirkan adalah Lilia dan Aisha. Mereka memutuskan untuk mencari informasi yang berkaitan dengan Lilia dan Aisha.

Roxy dan kedua rekannya telah memutuskan bahwa mereka hanya perlu 3 hari untuk mengumpulkan informasi di kota Windford ini. Dan setelah itu pergi berkeliling ke setiap kota-kota utama di benua iblis.

Pada hari kedua, Roxy memutuskan untuk pergi melihat Dead End karena rasa ingin tahunya. Mereka begitu mencuri perhatian, Roxy dengan cepat mengetahui lokasi mereka. 

Sesuai informasi yang didapat, terlihat seorang pria botak kurus dan gadis muda berambut merah sedang berlatih keras di pantai. Roxy kagum ketika melihat mereka bertarung. Mereka berdua terlihat begitu sangat kuat.

Berdasarkan informasi, kelompok Dead End ada tiga orang. Roxy penasaran, di manakah anggota yang satu lagi. Disaat Roxy memikirkan itu, pria botak itu menoleh ke arah Roxy dengan tatapan yang intens. Roxy merasakan ketakutan seolah-olah ia telah menjadi mangsa yang diburu. Roxy cepat-cepat meninggalkan tempat itu. 

Ruijerd sebenarnya telah tahu sejak awal kehadiran Roxy. Dan Ruijerd tidak menyangka saat Ruijerd menoleh melihatnya, Roxy pun berlari ke suatu tempat. Roxy segera kembali ke penginapan. Sambil berkali-kali menengok ke belakang. Roxy sangat ketakutan. 

Ketika sampai di penginapan, Roxy melihat Elinalise bersama lima pria lain di kamar. Roxy menjerit melihat hal tersebut. Lalu membacakan mantra sihir sehingga setengah bangunan penginapan itu roboh.

Pada hari ketiga, sejak terjadinya hal semacam itu semuanya menjadi tidak jelas. Pengumpulan informasi tidak lengkap. Roxy menghancurkan penginapan dan membayar denda yang cukup besar untuk memperbaikinya. Roxy bilang ini semua salah Elinalise. 

Nah, itu dia rangkuman cerita Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation. Bagi kalian yang ingin tahu lebih lanjut ceritanya, silahkan baca rangkuman web novel volume 4 part ketiga.

Sampai berjumpa di part selanjutnya. Terima kasih.

whyushack
whyushack Seorang Pemalas yang Menulis

Post a Comment for "WN Volume 4 Part 2 | Alur Cerita Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation"