Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

WN Volume 5 Part 3 | Alur Cerita Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation

Mushoku Tensei Alur Cerita WN Vol 5 Part 3

Hai guys! Selamat datang di whyushack.com. Kali ini aku akan membahas tentang Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation. 

Sekarang aku bakal bahas kelanjutan anime ini berdasarkan Web Novelnya. Aku bakal merangkum web novel volume 5 part ketiga. Konten ini diperuntukkan buat kalian yang penasaran dengan kelanjutan animenya. 

Di episode sebelumnya kita disuguhkan dengan adegan perseteruan antara Paul dan Rudeus, hingga hancurnya hati Rudeus mengetahui insiden yang telah terjadi di wilayah Fittoa. 

Kali ini kita akan melihat Paul yang akan berusaha memperbaiki hubungan dengan anaknya, serta kita juga akan membahas satu karakter baru bernama Cliff Grimoire. 

Konten ini tentu saja merupakan konten spoiler. Bagi yang tidak suka spoiler aku sarankan untuk tidak melanjutkan membaca. Tanpa berlama-lama lagi, langsung saja kita menuju lanjutan ceritanya.

Setelah adegan perginya Geese dari bar itu, Paul menghela nafas dan meletakkan mukanya. Paul merenungi kesalahan yang telah ia perbuat selama ini. 

Kemudian Paul kembali ke kamarnya, ia melihat Norn tidur sendirian. Paul membelai kepala Norn. Meskipun selalu berada di sisi ayahnya, Norn tidak pernah mengeluh sedikitpun kepada Paul. 

Berbeda dengan Rudi, Norn adalah anak biasa. Paul harus melindunginya. Dan Paul berpikir jika Rudi juga anak biasa Rudi pun akan tidur di sini seperti ini juga. Anak biasa yang berumur sebelas tahun bernama Rudi.

Kemudian Paul pergi keluar penginapan, ia menuangkan kendi air pada kepalanya. Air berkumpul di ember, di dalamnya tercermin wajah seorang idiot. Ini adalah wajah Ayah paling payah di dunia. 

Keesokan pagi di suatu bar sebelah penginapan Rudeus, Rudeus sedang menikmati sarapan yang nikmat di Milishion bersama rekannya Ruijerd dan Eris. 

Sementara itu terdengar seorang pelayan berteriak, "Selamat datang!" kepada orang yang baru masuk ke dalam bar. Seorang pria buluk berdiri di sana dengan wajah pucat. Pria itu perlahan mengamati bagian dalam bar kemudian dia menemukan Rudeus.

Rudeus mulai ingat perasaan kemarin. Rudeus secara spontan menghindari kontak mata dengan pria buluk itu. Ruijerd dan Eris tampaknya bisa menduga siapa orang itu. 

Ruijerd mengangkat alisnya, dan Eris berdiri sambil menendang kursi. Eris bertanya, "Siapa orang itu?" Sambil menatap tajam ke arahnya, dengan memasang pose menyilangkan lengan membusungkan dada dan mengangkat dagunya tinggi-tinggi.

Pria itu kemudian bilang bahwa ia adalah ayahnya, Paul Greyrat. Eris berteriak, "Sudah kuduga!" 

Paul yang melihat Eris menghalanginya mendekati Rudeus dan bilang, "Ada apa ini Rudi? Kenapa kau bersembunyi dibalik wanita? Bukankah kau seorang penakluk wanita?"

Rudeus merasa lega mendengar nada dan ekspresinya, Paul kembali seperti dulu yang selalu menggoda Rudeus dengan ejekan-ejekan semacam itu. 

Kemudian Ruijerd meraih kerah baju Eris dan mengangkatnya. Ruijerd meninggalkan mereka berdua di sana. Paul kemudian duduk di depan Rudeus dengan suara yang serak dan kaku. 

Paul meminta maaf kepada Rudeus atas perilakunya kemarin. Namun buru-buru Rudeus bilang bahwa ia tidak perlu meminta maaf, ayahnya pantas marah kepada Rudeus karena ini adalah kesalahannya. 

Kemudian Rudeus pun meminta maaf kepada Paul. Suasana di antara mereka berdua begitu tegang. 

Paul berbicara terbata-bata kepada Rudeus, begitupun juga Rudeus. Mereka saling menyesali tindakan mereka selama ini. Paul menyesali bahwa ia bukanlah ayah yang baik, tidak semestinya ia berperilaku buruk kepada anaknya yang telah lama berpisah. 

Di sisi lain, Rudeus menyesali bahwa ia tidak mampu menemukan pesan yang Paul tinggalkan. Ketegangan di antara mereka berdua membuat aura di sekitar menjadi suram. 

Beberapa saat setelahnya, tanpa disadari satu demi satu pengunjung baru sudah mulai meninggalkan tempat. Sang pemilik bar meminta mereka berdua untuk pergi karena bar akan tutup. 

Paul yang menyadari itu mengganti topik pembicaraan dan bilang bahwa apa yang akan Rudeus lakukan setelah ini? 

Rudeus menjawab bahwa ia akan melanjutkan perjalanan dan mengantar Eris ke wilayah Fittoa. Meskipun tidak ada yang tersisa di kawasan Fittoa, Rudeus ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri keadaan di sana. Setelah itu Rudeus usahakan mencari korban insiden teleportasi ke tempat lain.

Di tengah obrolan mereka berdua, sang pemilik bar memberikan beberapa cangkir di hadapan mereka dan bilang bahwa itu adalah service darinya. Pemilik bar kemudian sedikit menyela dan berkata kepada Rudeus agar coba untuk melihat ayahnya.

Ternyata Rudeus tersadar bahwa ia dari tadi tidak memperhatikan wajah ayahnya. Kemudian Rudeus memberanikan diri untuk melihat wajah ayahnya. Di sana ia melihat wajah yang penuh dengan kekhawatiran seakan-akan air matanya bisa menetes kapanpun. 

Rudeus kemudian bilang, "Mengapa memasang muka seperti itu?" Paul bilang bahwa "Apa maksudmu Rudi?" Sembari menunjukkan senyum pahit yang kering ditambah dengan pipinya yang semakin cekung. 

Rudeus teringat akan masa lalunya di dunia sebelumnya, ketika ia mengasingkan diri di kamar dan seorang teman sekolahnya mengunjunginya dengan maksud agar ia kembali bersekolah. Rudeus yang tertekan kala itu menyemburkan cacian padanya dan melepaskan semua amarahnya. Rudeus mengusir temannya saat itu. 

Hari berikutnya jika temannya muncul lagi, Rudeus mencoba untuk meminta maaf. Namun temannya tersebut tidak pernah datang lagi. Rudeus ingin belajar dari kesalahan sebelumnya. Ia tidak ingin mengulang kembali kegagalan.

Rudeus tiba-tiba tampak bersemangat dan bilang kepada Paul, "Ayo kita mulai lagi seolah-olah hal yang kemarin tidak pernah terjadi." 

Paul sedikit kaget dengan apa yang barusan Rudeus ucapkan. Rudeus kembali bilang bahwa "Hubungan sebagai keluarga ini tidak boleh retak hanya karena masalah sepele seperti ini." 

Rudeus meminta kepada Paul untuk merentangkan tangan. Dengan sedikit ragu-ragu Paul kemudian merentangkan tangannya. Lalu tiba-tiba Rudeus melompat ke pelukan ayahnya dan bilang kepadanya bahwa Ia senang bertemu dengannya. Rudeus membenamkan kepalanya di bahu ayahnya. 

Paul pun membalas pelukan anaknya dan bilang bahwa ia juga senang bertemu kembali dengan anaknya. Paul kembali bilang bahwa ia benar-benar merindukan anaknya, Rudi. Paul sempat putus asa dan selalu berpikir bahwa Rudeus sudah tiada.

Setelah mengatakannya, Paul mulai menangis sambil meminta maaf kepada Rudeus. Rudeus menepuk-nepuk punggung Paul, dan mereka berdua pun larut dalam tangisan. 

Setelah melewati momen yang mengharukan tersebut, hari itu Rudeus berbicara dengan Paul sepanjang hari. Mereka saling bertanya mengenai kegiatan yang dilakukan sebelum bencana teleportasi. 

Kehidupan Paul di desa Buena dan kehidupan Rudeus di kota Roa yang sedang menjadi guru dari seorang anak bernama Eris. Rudeus menanyakan mengenai keadaan Sylphy setelah Rudeus tinggalkan ke kota Roa.

Paul menjelaskan bahwa Sylphy selalu melatih sihirnya sepanjang hari. Di pagi hari dia jogging dan berlatih mana, dan di sore hari dia mempelajari sihir penyembuhan bersama Zenith. 

Rudeus berharap Sylphy masih hidup. Paul mencoba menenangkan Rudeus. Paul memberitahu Rudeus bahwa Sylphy benar-benar telah berusaha keras. 

Sylphy bahkan bisa menggunakan sihir penyembuh tanpa mantra. Dan Paul yakin bahwa ia akan bertahan hidup di suatu tempat. Penyihir yang menguasai sihir penyembuh saat berada di luar benua Milish cukup berharga. 

Rudeus tampak terkejut mengetahui bahwa Sylphy berhasil menguasai sihir penyembuh tanpa mantra. Bahkan seorang Rudeus perlu untuk melafalkan mantra ketika menggunakan sihir penyembuh. 

Sylphy sungguh telah berkembang sangat pesat. Zenith pun terkejut saat itu ketika melihat Sylphy mampu menggunakan sihir penyembuh tanpa mantra. Rudeus merasa iri, Rudeus berpikir mungkin Sylphy memiliki bakat dibidang penyembuhan.

Kemudian Paul bertanya mengenai Eris kepada Rudeus. Tampaknya Paul sudah mengetahui kehidupan Rudeus di kota Roa. Ternyata ketika Rudeus berusia 10 tahun Ayah Eris, Phillip menyadari hubungan perasaan antara Eris dan Rudeus yang semakin kuat. 

Phillip mengirim surat kepada Paul yang memberitahu bahwa ia meminta Rudeus untuk menjadi suami Eris. Paul yang menerima surat tersebut hanya membalas bahwa semua itu Paul serahkan kepada Rudeus. 

Setelah mendengar fakta itu dari Paul, Rudeus berpikir sebenarnya ia memiliki perasaan dengan Eris, dan itu semakin berkembang seiring waktu. Tapi disisi lain, Rudeus sempat berpikir mengenai Sylphy. 

Rudeus menyukai Sylphy, namun perasaan itu sedikit berbeda dari yang Rudeus miliki untuk Eris. Rudeus lebih menganggap Sylphy seperti adik perempuannya. Jika Rudeus ditanya, siapa di antara mereka yang lebih diutamakan, maka Eris lah jawabannya. 

Namun Rudeus menyadari bahwa ini bukan keputusan yang adil. Rudeus lebih banyak menghabiskan waktu bersama Eris daripada Sylphy. Mungkin itulah alasan mengapa Rudeus lebih mengutamakan Eris. 

Setelah mengobrol cukup panjang, Paul berdiri dan menepuk bahu Rudeus. Paul bilang bahwa jika Rudeus sudah memutuskan rencana untuk perjalanannya maka hubungi Paul. Paul ingin mengajak bersama-sama dengan Norn sebelum Rudeus pergi. 

Beberapa saat setelah itu, Rudeus berpindah ke bar lain dan mengadakan pertemuan strategi dengan Eris dan Ruijerd. Rudeus sedang memikirkan bagaimana membayar biaya yang mahal untuk memberangkatkan seorang Ruijerd.

Kemudian Ruijerd menunjukkan selembar kertas. Di bagian depannya tertulis kepada [Duke Baqciel] dan di bagian belakang ada segel dari lilin merah. Desain pada stempel itu mungkin adalah lambang keluarga. 

Ruijerd bilang bahwa ia mendapatkan itu dari seorang kenalan yang kemarin Ruijed bilang kepada Rudeus. Kenalan itu bernama Gouache Brush. Ia adalah orang yang Ruijerd selamatkan 40 tahun yang lalu di benua iblis. 

Saat itu Gouache Brush masih kecil. Sebelum berpisah Gouache menyampaikan bahwa jika Ruijerd ke Milishion, maka jangan lupa berkunjung ke kediamannya. Setelah berbincang-bincang, Ruijerd diberi amplop ini. Dan apabila Ruijerd pergi ke Westport, Ruijerd hanya perlu menunjukkan ini kepada mereka. 

Rudeus berpikir sepertinya orang bernama Gouache ini adalah seorang bangsawan yang berpengaruh. Setelah mendapatkan solusi dari permasalahan ini, Rudeus kemudian mengakhiri rapat.

Di suatu hari, Rudeus mengunjungi penginapan tempat Paul tinggal. Namun orang yang ada di sana mengatakan bahwa Paul berada di markas kelompok pencari. Markas itu berupa suatu bangunan bertingkat dua. 

Di sana Rudeus menemukan Paul sedang bekerja dengan cukup serius. Tidak ingin mengganggu Paul yang sedang sibuk, Rudeus berkeliling melihat-lihat bagian dalam bangunan. 

Di ruang tertentu, Rudeus kebetulan melihat Norn bermain bersama dengan anak-anak lain yang seusia dengannya. Mereka terlihat gembira memainkan sesuatu yang mirip dengan blok bangunan. Kemungkinan ini seperti tempat penitipan anak atau semacamnya. 

Tatapan Rudeus dan Norn bertemu. Rudeus dengan santai memanggil Norn. Namun Norn menunjukkan ekspresi kaget. Kemudian segera memelototi Rudeus dan melempar kan blok mainannya kepada Rudeus. 

Norn berteriak kepada Rudeus untuk pergi. Tampaknya Norn sangat membenci Rudeus karena insiden perkelahian antara Rudeus dan ayahnya. Kemudian Norn lari tanpa menoleh pada Rudeus. Rudeus tampak terkejut.

 Rudeus kemudian kembali ke ruang tunggu dan menunggu Paul beberapa saat. Seorang wanita bernama Vera mendekati Rudeus. Ia bertanya mengenai keperluan Rudeus. Rudeus kemudian ingin menitipkan pesan bahwa ia akan berangkat ke benua Tengah tujuh hari ke depan.

Rudeus paham bahwa Paul sedang sibuk sekarang, jadi ia hanya menitipkan pesan saja kepada Vera. Vera mengerti dan ia bilang bahwa Paul akan ada waktu luang di hari keempat. Vera meminta Rudeus untuk datang dihari itu. 

Hari-hari berlalu hingga sampai pada hari di mana mereka akan makan malam di sebuah restoran. Rudeus tiba di restoran. Ia melihat Paul dan Norn sudah menunggu di meja makan. Terlihat Norn mengabaikan Rudeus. 

Paul meminta Norn untuk menyapanya. Namun Norn bilang bahwa ia tidak ingin makan malam dengan orang yang memukuli ayahnya. Rudeus berkata kepada Norn bahwa ia dan ayahnya telah berbaikan. 

Tapi Norn masih terlihat marah. Dia ngambek dengan ekspresi yang benar-benar menggemaskan. Paul kemudian membelai kepala Norn dan membujuknya untuk memaafkan kakaknya. 

Norn bilang kepada Rudeus dengan mata yang berkaca-kaca, bahwa ayahnya telah berusaha keras dan sangat baik kepadanya. Norn mulai menangis, Norn bilang bahwa ayahnya selalu terlihat sedih seperti dia akan menangis. Paul kembali membujuk Norn, tapi hingga makan malam berakhir Norn tetap mengabaikan Rudeus. 

Singkat cerita, seminggu telah berlalu. Paul bersamaan Norn mengantar kepergian Rudeus dan rekan-rekannya. Mereka kini sedang berada di pintu gerbang distrik petualang. 

Paul memanggil Norn dan menyuruhnya untuk menyampaikan salam perpisahan kepada Rudeus. Norn bilang bahwa ia tidak mau. Norn bersembunyi dibalik Paul. 

Rudeus hanya tersenyum. Rudeus bilang beberapa tahun ke depan mungkin Norn sudah dapat memaafkannya. Rudeus kembali ke kereta dan ia meninggalkan kota milishion. 

Sebelum kita melanjutkan cerita perjalanan Rudeus dan rekan-rekannya, kita akan kembali ke waktu di mana Eris menuju guild petualang Milishion, untuk mengambil Quest pembasmian Goblin. 

Pertama-tama, aku akan menceritakan mengenai karakter yang bernama Cliff Grimoire. 

Cliff berusia 13 tahun sekarang. Ketika masih kecil ia dirawat di suatu panti asuhan di Milishion. Dan saat ia berumur lima tahun, ia diadopsi oleh seorang pria tua bernama Harry Grimoire. Dia adalah orang yang memegang posisi tinggi di organisasi keagamaan Milish. 

Sebelum diadopsi, Cliff sudah terlebih dahulu menerima pendidikan khusus untuk anak-anak berbakat. Cliff berbeda dengan anak-anak yang seumuran dengannya. Cliff sangat berbakat, dalam beberapa tahun Cliff telah menguasai tingkat lanjut dalam sihir penyembuhan, detoksifikasi dan sihir pemanggilan. 

Sihir menyerang ia telah mencapai tingkat menengah dalam semua elemen. Dan bahkan ia menguasai sihir api pada tingkat lanjut. Ia satu-satunya yang bisa menguasai sihir yang bervariasi di kelas. 

Pujian menghujani dirinya dari segala sisi. Bisa dibilang Cliff sangat mirip dengan Rudeus. Hanya saja Rudeus memperoleh memori dari kehidupan sebelumnya. 

Dengan segala bakat yang ia miliki, Cliff menjadi sombong dan sosok yang kurang ajar. Ia merasa bahwa tak seorangpun bisa menandinginya. Karena kemampuannya tersebut ada beberapa orang yang mulai menyebutnya anak yang ditakdirkan akan menjadi Sage. 

Cliff mulai berhenti mendengarkan kata-kata gurunya. Di masa depan Cliff akan menjadi penerus ayah angkatnya dalam pekerjaannya. Namun Cliff memiliki hasrat untuk menjadi seorang petualang. 

Kehidupan yang terbatas membuat Cliff tidak betah. Ia ingin bebas melakukan apapun dan menunjukkan betapa hebatnya ia. Pada suatu hari, Cliff lari dari rumah dan berniat mendaftarkan diri sebagai seorang petualang. Dia ingin menguji kekuatannya. 

Cliff meninggalkan distrik suci dan memasuki distrik petualang. Ia menuju guild petualang dan mendaftarkan diri sebagai petualang bertipe penyihir. Setelah menjadi petualang, dia mengamati sekelilingnya dalam suka cita. 

Cliff berpikir jika ia menyebut dirinya penyihir, dia akan segera masuk kedalam suatu kelompok dengan mudah. Cliff mengabaikan tentang tingkat seorang petualang. Cliff berpikir bahwa suatu kelompok tidak membeda-bedakan anggotanya berdasarkan peringkat. 

Tentu saja ia ditolak. Berulangkali ia ditolak oleh kelompok petualang. Untuk keempat kalinya Cliff habis kesabaran, ia meneriaki kelompok yang menolaknya. Cliff bilang bahwa kekuatannya setara dengan petualang kelas A. 

Cliff ditarik kerah bajunya oleh salah satu anggota kelompok. Cliff sengaja mengintimidasi kelompok tersebut dan kemudian ia berencana akan menunjukkan kekuatan sejatinya. 

Tiba-tiba ada seorang gadis berambut merah melerai mereka. Gadis tersebut adalah Eris. Cliff malah memarahi Eris karena sudah melerainya. Eris yang geram dengan tingkah Cliff yang tidak tahu berterima kasih, langsung saja dihadiahi bogem mentah oleh Eris.

Kondisi menjadi terbalik, kelompok tersebut malah mencoba menenangkan Eris yang sedang mengamuk. Cliff pingsan sesaat, dan setelah tersadar ia kemudian berlari menuju gerbang Milishion untuk mengejar Eris. 

Cliff kemudian bilang kepada Eris bahwa ia meminta maaf atas kelakuannya tadi. Eris sedikit mereda dari kemarahannya. Cliff kemudian mengenalkan diri dan Eris juga mengenalkan dirinya.

Setelah perkenalan itu, Cliff memuji-muji Eris dan meminta Eris untuk membentuk kelompok bersamanya. Jelas saja Eris langsung menolaknya mentah-mentah. Namun Cliff bilang bahwa Eris tidak akan bertemu penyihir sekuat dirinya. Cliff melanjutkan bahwa ia lebih kuat dari rata-rata penyihir kelas A.

Eris yang mendengar itu sangat terganggu. Tentu saja dipikiran Eris penyihir terkuat itu hanyalah Rudeus. Karena penasaran, akhirnya Eris membiarkan Cliff mengikutinya untuk membasmi Goblin. 

Singkat cerita, ketika sampai di pinggiran hutan ia membakar tujuh Goblin dalam sekejap. Oh ya, sebagai informasi, Goblin bukanlah makhluk yang kuat. Bahkan seorang pemula pun dapat mengalahkannya dengan mudah. 

Setelah menghanguskan Goblin itu, Cliff menoleh ke arah Eris dan berkata, "Bagaimana dengan itu?" 

Eris menjawab singkat bahwa itu sama sekali tidak menakjubkan. Sihir api tingkat lanjut Imprisoning Blaze Fire Bullet, Eris sudah pernah melihat Rudeus menggunakan ini sebelumnya. Bahkan tanpa pelafalan panjang seperti yang Cliff lakukan. Dan itu lebih kuat dari yang Cliff miliki.

Mendengar Eris meremehkan sihirnya, Cliff mengira sepertinya Eris tidak mengetahui apa-apa tentang sihir. Cliff kemudian mengoceh sepanjang jalan. Eris segera melihat Cliff dan bilang bahwa Cliff tidak berguna serta menyuruhnya untuk pulang.

Cliff yang tidak terima mengajak Eris untuk mencari monster yang lebih kuat ke dalam hutan. Kemudian mereka menemukan monster tingkat D. Cliff membunuh monster itu dengan sihir angin level menengah. Tetap saja Eris tidak takjub dengan kekuatan Cliff. 

Tiba-tiba Eris tersadar bahwa mereka telah tersesat. Eris menyalahkan Cliff. Sebenarnya Eris tidak ingin memasuki hutan karena ia telah berjanji kepada Rudeus dan Ruijerd. Tetapi karena Cliff mengejek Eris seorang yang penakut terpaksa Eris meladeni permintaan Cliff. 

Eris mencoba untuk tenang. Eris mencoba mengingat-ingat pelajaran yang telah ia terima dari Ghyslaine dan Ruijerd. Eris kemudian menyuruh Cliff untuk terbang dan mencari tahu di mana arah kota. 

Cliff kemudian bilang bahwa tidak mungkin melakukan sesuatu seperti itu. Eris kemudian menyebut nama Rudeus. Eris bilang bahwa Rudeus pasti mampu melakukannya. 

Cliff bertanya, "Siapa Rudeus itu?" Eris menjawab bahwa Rudeus adalah gurunya. 

Eris berpikir mungkin saja ada petualang juga yang berada di hutan ini. Eris memiliki ide untuk mencari dan bergantung pada mereka. Cliff dengan frustasi mulai berjalan dan mencari petualang di hutan. 

Namun Eris tidak bergerak, Eris ingin mempraktekkan apa yang telah Ruijerd ajarkan kepadanya. Eris kemudian memejamkan matanya dan mengambil nafas dalam-dalam.

Meskipun belum terlatih, Eris mulai merasakan keberadaan orang lain disekitarnya. Eris merasakan suara dan lingkungan sekitar serta aliran mana. Kemudian ada suara samar-samar yang terdengar dari senjata. Eris telah menemukan mereka dan berlari menuju suara itu.

Singkat cerita, Eris dan Cliff telah keluar dari hutan. Tiba-tiba mereka melihat ada kereta kuda yang sedang diserang. Eris dan Cliff langsung bersembunyi dan mengamati situasi di sekitar. Di sana ada seorang ksatria berarmor yang sedang berhadapan dengan lima orang laki-laki berpakaian serba hitam dari kepala hingga kaki. 

Tiga mayat berarmor juga tampak ada di sana. Sepertinya hanya tinggal seorang ksatria tersebut berhadapan dengan mereka. Seorang ksatria berarmor itu terlihat sedang melindungi seorang gadis yang sedang jongkok. 

Cliff kemudian berbisik kepada Eris bahwa ksatria itu dari orde kuil. Eris telah mendengar tentang hal itu, ada tiga orde ksatria Milish. Orde gereja, merupakan kelompok elit yang bertugas membela negara. 

Orde instruksi, orde yang bertugas menyebarkan ajaran Milish di seluruh dunia, membuat mereka dikenal akan kekuatannya dan sering melakukan pekerjaan sebagai tentara bayaran. 

Dan yang terakhir, orde kuil, yaitu cabang yang bertanggung jawab atas penyelidikan dan juga bertugas memberikan hukuman pada kaum-kaum yang mereka anggap kafir. 

Orde gereja mengenakan armor putih, orde instruksi mengenakan armor perak, dan orde kuil mengenakan armor biru. Dan yang mereka lihat itu adalah ksatria berarmor biru. 

Tiba-tiba terdengar suara ksatria tersebut berteriak kepada lima penjahat itu bahwa "Apakah mereka tahu siapa wanita ini?" Ksatria itu sedang menunjuk seorang wanita yang sedang ia lindungi. 

Dari suaranya Eris tahu bahwa ksatria itu pun seorang wanita. Eris mengerti dan tampaknya lima orang itu adalah penjahat dan ingin membunuh gadis itu. 

Eris menempatkan tangannya pada pedang di pinggangnya. Eris menarik pedangnya sembari menerjang ke arah mereka. Dalam sekejap orang-orang berpakaian hitam langsung menyebar. 

Eris bergerak lebih gesit dibanding para pria berpakaian hitam itu. Eris menggunakan teknik pedang, teknik dewa pedang tingkat lanjut: Soundless Longssword. Ini merupakan teknik yang berada satu tingkat di bawah teknik pedang cahaya.

Ini adalah teknik yang sama sekali tidak menimbulkan suara. Dengan mulus sabetan pedang Eris menyayat pundak salah seorang yang berjubah hitam. Diapun terpotong secara diagonal dari bahunya sampai pinggang. 

Para pria itu segera berpindah dan mengelilingi Eris. Namun Eris dengan sekejap mata menebas satu orang lagi. Mereka mulai gemetar. Kemudian dua orang berpakaian hitam itu melompat menuju Eris. 

Hampir saja Eris terkena belati yang telah dilumuri racun. Untungnya ksatria berarmor itu memberikan bantuan dan menumbangkan satu orang pria, dan satunya Eris tebas hingga roboh ke tanah. 

Kedua orang yang tersisa itu kemudian mundur. Eris mengejar mereka dan menebas salah satu punggung lawannya. Bagian atas dan bawah tubuhnya terpisah, dan pria naas itu pun tumbang dengan isi perut berhamburan. Sedangkan satu pria berhasil melarikan diri. 

Ini merupakan pertama kalinya Eris bertarung melawan manusia sungguhan, dan juga pertama kalinya dia membunuh orang. 

Setelah pertarungan yang mendebarkan itu, ksatria itu berterima kasih kepada Eris. Dan memperkenalkan diri bahwa ia bernama Therese Latreia dari orde kuil. Kemudian Eris juga memperkenalkan dirinya.

Singkat kita, mereka berpisah. Therese bersiul dan seekor kuda berlari dari dalam hutan. Kuda yang sebelumnya telah melarikan diri karena serangan barusan kini kembali ke pemiliknya. 

Dia menempatkan gadis itu pada kuda, dan iapun naik juga. Therese kemudian bilang kepada Eris, "bila menemui masalah, ingatlah nama Therese dari orde kuil." Therese langsung pergi dengan menunggangi kuda.

Oh ya, sebagai informasi, Cliff adalah cucu dari seorang pendeta dari organisasi keagamaan Milish. Saat CLiff masih bayi, pendeta tersebut berada dalam situasi perebutan kekuasaan.

Orang tua Cliff terjebak dan tewas dalam insiden tersebut. Namun sebelum tewas, orang tua Cliff sempat meninggalkan Cliff disuatu panti asuhan.

Singkat cerita, pendeta tersebut menang dalam perebutan kekuasaan dan menjadi Paus. Tidak ada yang tahu mengenai identitas Cliff, kecuali kakeknya dan beberapa orang saja dalam gereja. 

Cliff tahu siapa sebenarnya yang diserang oleh para pria berjubah hitam tersebut. Dia adalah kartu As Uskup Agung, yang sekarang bersaing dengan kakeknya untuk memperebutkan kekuasaan. 

Seorang gadis suci yang memiliki kekuatan luar biasa, Cliff sebenarnya juga tahu siapa pria-pria itu. Mereka adalah guru-gurunya saat berada di kelas anak berbakat. 

Dalam suatu pelatihan, Cliff tidak pernah sekalipun menang melawan mereka. Dan Cliff tak percaya bahwa mereka bukanlah tandingan Eris. Cliff hanya bisa menatap aksi Eris dengan rahang menganga. 

Cliff sangat kagum dengan Eris. Tanpa pikir panjang Cliff langsung melontarkan kalimat untuk mengajak Eris menikah. 

Tentu saja Eris menolak. Cliff bertanya mengapa. Dan setelah diingat-ingat pasti itu karena orang bernama Rudeus. 

Singkat cerita, Eris dan Cliff pulang hingga ke guild. Dan Eris sepanjang jalan membahas Rudeus seperti orang yang kasmaran. Cliff merasakan kobaran api cemburu. 

Setelah berpisah, Eris sama sekali tidak peduli dengan Cliff. Cliff mulai membenci Rudeus meski ia belum pernah sama sekali bertemu dengannya. 

Setelah kejadian penghadangan itu, perebutan kekuasaan meningkat dengan intensif. Dan karena Paus mempertimbangkan bahwa Milishion terlalu berbahaya bagi Cliff, ia mengirim cucunya ke negara lain.

Nah, itulah rangkuman cerita Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation volume 5 part yang ketiga. Bagi kalian yang ingin tahu lebih lanjut ceritanya, silahkan baca rangkuman web novel volume 6 part kesatu.

Part berikutnya akan menceritakan tentang perjalanan Rudeus menuju benua Tengah dan sedikit cerita mengenai Roxy yang sedang berada di benua iblis.

Banyak cerita yang tidak dijelaskan di anime dan manganya lho. Maka dari itu, kalau males baca web novelnya yang panjang, pantengin dan ikuti terus rangkuman ceritanya hanya di whyushack.com 

Terima kasih sudah membaca.

whyushack
whyushack Seorang Pemalas yang Menulis

Post a Comment for "WN Volume 5 Part 3 | Alur Cerita Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation"